METODE GRAMATIKA-TERJEMAH (طريقة
القواعد والترجمة) (menurut Ahmad Fuad Effendy, 2012:41):
1.
Latar belakang
Cikal
bakal metode ini dapat dirujuk ke abad kebangkitan Eropa (abad 15) ketika
banyak sekolah dan universitas di Eropa pada waktu itu mengharuskan
pelajar/mahasiswanya belajar bahasa latin karena dianggap mempunyai “nilai
pendidikan yang tinggi” guna mempelajari teks-teks klasik.(Al-Araby, 1981).
Metode ini merupakan pencerminan yang tepat dari cara bahasa-bahasa Yunani Kuno
dan latin diajarkan selama berabad-abad (Subyakto, 1993). Akan tetapi penamaan
metode klasik ini dengan “Grammar Translation Method” baru dikenal pada
abad 19, ketika metode ini digunakan secara luas di benua Eropa (Brown, 2001).
Metode ini juga banyak digunakan untuk pengajaran bahasa Arab, baik di
negeri-negeri Arab maupun di negeri-negeri Islam lainnya termasuk Indonesia,
sampai akhir abad ke-19. Di negeri kita Indonesia, metode ini masih digunakan
sampai hari ini di pondok-pondok pesantren yang lazim disebut dengan pesantren
salafi.
2.
Asumsi
Metode
ini berdasarkan asumsi bahwa ada satu “logika semesta” yang merupakan dasar
semua bahasa di dunia ini, dan bahwa tata bahasa merupakan bagian dari filsafat
dan logika. Belajar bahasa dengan demikian dapat memperkuat kemampuan berpikir
logis, memecahkan masalah, dan menghafal.
Asumsi
berikutnya ialah bahwa bahasa pada dasarnya merupakan sistem tata bahasa, oleh
karena itu menguasai tata bahasa menjadi syarat untuk dapat berbahasa. Metode
ini juga berasumsi bahwa bahasa ibu atau bahasa pertama merupakan sistem yang
menjadi referensi untuk memperoleh kemahiran berbahasa kedua.
3.
Karakteristik
Karakteristik
Metode Gramatika-Terjemah (MGT) ini adalah sebagai berikut:
1. Tujuan mempelajari bahasa asing adalah agar mampu membaca karya
sastra dalam bahasa target (BT), atau kitab keagamaan dalam kasus belajar
bahasa Arab di Indonesia.
2. Materi pelajaran terdiri atas: buku nahwu, kamus atau daftar kata,
dan teks bacaan.
3. Tata bahasa disajikan secara deduktif, yakni dimulai dengan
penyajian kaidah diikuti dengan contoh-contoh, dan dijelaskan secara rinci dan
panjang lebar.
4. Kosakota, kalimat, dan struktur diberikan berdasarkan keperluan
untuk menjelaskan kaidah nahwu.
5. Teks bacaan berupa karya sastra klasik atau kitab keagamaan lama.
6. Basis pembelajaran adalah penghafalan kaidah tata bahasa dan
kosakata, kemudian penerjemahan harfiah dari bahasa target ke bahasa pelajar
dan sebaliknya.
7. Bahasa ibu pelajar digunakan sebagai bahasa pengantar dalam
kegiatan belajar-mengajar.
8. Peran guru aktif sebagai penyaji materi. Peran pelajar pasif
sebagai penerima materi.
4.
Kelebihan dan kelemahan
Kelebihan
1.
Pelajar
menguasai dalam arti hafal di luar kepala kaidah-kaidah tata bahasa dari bahasa
yang dipelajari atau bahasa target (BT).
2.
Pelajar
memahami isi detail bahan bacaan yang dipelajarinya dan mampu menerjemahkannya
secara harfiah.
3.
Pelajar
memahami karakteristik BT dan banyak hal lainnya yang bersifat teoritis,
kemudian dapat membandingkannya dengan karakteristik bahasa ibu.
4.
Metode
ini memperkuat kemampuan pembelajar dalam mengingat dan menghafal.
5.
Bisa
dilaksanakan dalam kelas besar dan tidak menuntut kemampuan guru yang ideal,
dalam arti memiliki keterampilan berbahasa target.
Kelemahan
1.
Metode
ini lebih banyak mengajarkan “tentang bahasa” bukan mengajarkan berbahasa”.
2.
Metode
ini hanya mengajarkan kemahiran membaca, sedikit kemahiran menulis, sedangkan
kemahiran menyimak, dan berbicara diabaikan.
3.
Terjemahan
harfiah sering mengacaukan makna kalimat dalam konteks yang luas, dan hasil
terjemahannya tidak lazim menurut citarasa bahasa ibu siswa.
4.
Pelajar
hanya mempelajari satu ragam bahasa, yaitu ragam bahasa tulis klasik, sedangkan
bahasa tulis modern dan bahasa percakapan tidak diperoleh.
5.
Kosakata,
struktur, dan ungkapan yang dipelajari oleh siswa mungkin sudah tidak dipakai
lagi atau dipakai dalam arti yang berbeda dalam bahasa modern.
6.
Karena
otak siswa dipenuhi oleh masalah-masalah tata bahasa maka tidak tersisa lagi
tempat untuk ekspresi dan kreasi berbahasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar